AMRAN SULAIMAN GAGAL WUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN

Cilok enak – Intensif Agro Maritim Indonesia (IAM Indonesia) sebagai salah satu lembaga think thank bidang Pertanian dan kelautan di Indonesia, kali ini memberikan penilaian dan Kesimpulan yang cukup keras kepada Menteri Pertanian. Dalam sebuah FGD yang diselenggarakan rutin seminggu sekali.

Gidion Wijaya Ketaren, Direktur Eksekutif IAM Indonesia mengingatkan kembali akan target Presiden Jokowi pada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Jokowi memberi target pada Amran bahwa dalam 3 Tahun kedepan, Indonesia harus bisa Swasembada pangan. Jika Amran tidak sanggup, maka Jokowi tidak akan segan segan untuk menggantinya, karena banyak sarjana dan aktifis pertanian yang mampu serta antri untuk mengemban tugas ini.

Alumnus IPB ini juga menyampaikan kesimpulannya bahwa selama 3 tahun menjabat, menteri pertanian telah gagal mengemban amanah yang telah diberikan oleh Presiden Jokowi.

“Ya jujur saja kami harus menyampaikan penilaian secara obyektif bahwa Pak Amran Sulaiman sudah gagal dalam menjalankan Amanat Presiden Jokowi. Presiden sudah memberikan target 3 Tahun Swasembada pangan, waktu itu, Pak Amran juga sudah menyatakan kesanggupannya di depan Presiden. Untuk mencapai itu, Pemerintah juga sudah menggelontorkan Ratusan Triliun untuk subsidi pada sektor pertanian, baik untuk subsidi Pupuk, Alsintan, Benih, Embung, Ternak, dan lain sebagainya” Tutur Gidion.

“Tapi apa hasilnya? Untuk Pajale saja masih jauh dari harapan, Produktifitas padi yang dijanjikan 8 sampai 12 Ton per hektare masih jauh dari mimpi, karena produktifitas padi petani kita rata rata masih 6 Ton per Herktare. Jagung masih impor, bahkan kedelai kita masih impor sekitar 65% dari total kebutuhan kedelai nasional”

“Mayoritas sembako kita masih impor, Petani kita masih begitu begitu saja, tidak ada kenaikan kesejahteraan bagi para petani, bahkan tiap tahun jumlah petani kita berkurang antara 4 s/d 5 juta petani tanpa penerus. Belum lagi pada sektor peternakan dan perkebunan. Jauh sekali dari apa yang ditargetkan oleh Presiden. Dan yang membikin keki, Pak Amran tidak pernah mau mengakui kegagalannya, justru untuk menutupi kegagalannya itu, beliau selalu mencari kambing hitam” lanjutnya.

Sementara itu, Ali Sa’roni, Sekretaris Eksekutif IAM Indonesia menyampaikan bahwa Menteri Pertanian selama ini banyak terjebak pada hal hal yang bersifat seremonial.

“Mestinya Pak Amran jangan terjebak pada hal hal yang bersifat seremonial terus. Untuk mewujudkan Indonesia Daulat Pangan, hal hal yang bersifat seremoni harus dikurangi, Dunia pertanian butuh kebijakan yang progressive Revolusionaire. Revolusi data dan revolusi kebijakan pertanian ini mutlak dilakukan. Kalau tidak ada revolusi kebijakan, jangankan untuk mencapai target kedaulatan pangan, bisa bisa dalam 5 tahun ke depan, kita sudah tidak memiliki Petani yang mau menanam tanaman pangan” tutur Ali.

“coba kita lihat” sambung Ali “mana sekolah sekolah pertanian kita yang hidup, dulu banyak sekali sekolah sekolah pertanian yang tersebar di seluruh daerah, tapi sekarang tinggal bangunannya saja. Ini sebuah tanda bahwa dunia pertanian di Negara kita sudah tidak lagi ada peminatnya. Pak Amran harus juga memikirkan hal ini, jangan sampai ada ekstensifikasi lahan pertanian, tetapi tidak ada yang mau bertani. Karena itu, saya berharap agar semua pengurus dan anggota IAM Indonesia bisa dan mau berjuang keras untuk merevolusi system pertanian kita agar kesejahteraan petani meningkat, dan dunia pertanian kembali diminati. Hanya ini yang bisa membuat cita cita kedaulatan pangan bisa diwujudkan di Bumi Pertiwi ini”. Pungkasnya (AS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *